UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 14 Juni 2018 10:13
Pedagang Emosi Diancam Saat Satgas Sidak Harga Daging Ayam

Pedagang Prediksi Harga Daging Tidak Naik Lagi

LONJAKAN : Pembeli daging sapi di pasar Induk meningkat hingga 400 persen. (SITTI NUR/KALTARA POS)

PROKAL.CO,

TARAKAN - Mendekati hari raya Idul Fitri, sejumlah bahan pangan semakin dibutuhkan. Saat pemantauan harga yang dilakukan di Pasar Gusher, Tarakan oleh Satgas Pangan, Rabu (13/6) pagi, terjadi kericuhan. Hal tersebut terjadi karena adanya pedagang yang merasa tertekan atas kebijakan yang dilakukan petugas pemantauan mengenai harga komoditas ayam yang saat ini dinilai sangat mahal.

Saat pemantauan berlangsung, petugas menemukan adanya pedagang yang masih menjual daging ayam di atas  harga yang ditentukan pemerintah senilai Rp 45 ribu. Sehingga petugas gabungan terpaksa melakukan peneguran terhadap oknum pedagang ayam tersebut.

Tak terima ditegur oleh tim pemantauan harga di pasar, membuat pedagang sempat terpancing emosi dan akhirnya cekcok antara petugas dan pedagang tak dapat terhindarkan. Muhammad Tahir, seorang pedagang ayam mengaku, tersinggung karena menerima laporan bahwa istrinya mendapat ancaman dari petugas. Sehingga membuat emosinya menjadi tersulut. Dari pantauan Kaltara Pos, dengan adanya insiden tersebut membuat suasana pasar mendadak ramai dengan adu mulut tersebut.

“Sebagai pemerintah seharusnya dia bisa menunjukan etika baiklah. Jangan berbuat arogan. Tadi itu kan saya tidak bantu istri saya di meja, saya ada di belakang bantu anak-anak di kandang. Saya kaget, kata istri saya bilangnya dia mau dipukul. Jadi saya keluar mau tanya masalahnya apa? Kalau mau berbuat kasar janganlah sama perempuan,” tutur pria yang akrab disapa, Tahir kepada Kaltara Pos, Rabu (13/6).

Selain karena menganggap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas. Tahir juga menilai kenerja petugas dalam memantau hanya semaunya mengatur harga tanpa melihat keadaannya ketersediaan stok ayam. Karena keadaan itulah, akhirnya membuat dia melakukan perlawanan kepada petugas yang datang ke pasar.

“Begini, kalau mereka mau kita jual dengan harga segitu. Mereka juga harus melihat stok ayam dari distributor. Bagaimana kita mau jual dengan harga dibawah Rp 45 ribu, kalau stok ayam di distributor kurang,” ungkap Tahir.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Tak Punya Uang, Motor Ipar Dicuri

TARAKAN – Karena tak punya uang, Hasan nekat mencuri motor…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:57

Asyik Kumpul Bareng Keluarga, Dua Pencuri Motor Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil menangkap…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:22

JANJI LAGI..!! Bakal Wali Kota Ini Janji Perhatikan Nasib Petambak

TARAKAN – Setelah terpilih menjadi Wali Kota Tarakan, Khairul langsung…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Vaksin MR Mengandung Babi

TARAKAN – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Majelis Ulama Indonesia…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:37

Curi Sepatu di Masjid, Riski Terekam CCTV

TARAKAN – Entah apa yang ada dalam pikiran pria yang…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:34

Masih Dibawah Umur, Pelaku Cabul Dituntut

  TARAKAN – Setelah menjalani beberapa kali proses persidangan, pelaku…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:33

Curi Ikan di Laut Perbatasan, Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

TARAKAN - Dua unit kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:43

Modus Jalan-Jalan, Cabuli Anak di Rumah Kosong

TARAKAN – Usianya yang belasan tahun membuat AB (15) sulit…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

PAD Anjlok, Retribusi Menurun

TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 10:38

Satpol PP Siaga Jelang Iduladha

TARAKAN – Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha, Satuan Polisi Pamong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers