UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Jumat, 13 Juli 2018 10:26
Rahmatullah Ditahan di Rutan Samboja

Pungli Surat Pelayaran Siap Disidangkan di Pengadilan Tipikor

DILIMPAHKAN: Rahmatullah, pelaku Pungli Surat Persetujuan Berlayar (SPB) UPP Bunyu dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda. (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Tidak ingin menunda  persidangan, Kejaksaan Negeri Bulungan mengirim pelaku kasus pungutan liar (Pungli) ke Samarinda, Kamis (12/7) menggunakan pesawat. Rahmatullah ini diantar langsung oleh  Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bulungan, Andi Aulia Rahman bersama dengan jaksa fungsionalnya.

“Hari ini kita limpahkan Rahmatullah ke Pengadilan Tipikor Samarinda, rencananya kita menggunakan pesawat supaya cepat,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bulungan, Andi Aulia Rahman kepada Kaltara Pos, Kamis (12/7).

Selama ini, kata dia, Rahmatullah dipindahkan ke Rutan Samboja, Samarinda agar memudahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melaksanakan persidangan.

“Jadi tidak hanya tersangkanya, kita juga sudah limpahkan berkasnya yang jika kita mobile kan tersangkanya, maka sulit,” jelasnya.

Setelah dilimpahkan, maka Rahmatullah akan menunggu jadwal persidangan yang biasanya akan terlaksana dua pekan kemudian setelah pelimpahan. Sehingga selama dua pekan pelaku pungli dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) Satuan Reskrim Polres Bulungan terhadap oknum pegawai Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bunyu.

“Dua pekan itu sudah ada penetapan jadwal sidangnya, kita tidak tahu pasti. Tapi, biasanya kalau sidang untuk kasus korupsi akan dilakukan selama kali seminggu, nanti jaksa dari sini yang bolak-balik ke sana,”  beber Andi.

Untuk itu, Rahmatullah selama persidangan hingga putusan inkrah tetap akan berada di Rutan Samboja. Berkas perkaranya, tak akan menjadi masalah. Pasalnya setelah dimasukkan ke meja Pengadilan Tipikor, tak ada koreksi.

“Karena sudah dilimpahkan, maka kami anggap sudah memenuhi untuk disidangkan,” ungkapnya.

Mantan Jaksa Fungsional Kejari Kutai Timur ini menuturkan, Rahmatullah disangkakan atas pasal 12 B Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undangNomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 64 ayat 1 KUHP. “Jadi ada beberapa pasal yang kita sangkakan kepada tersangka ini,” sebutnya.

Dia menyatakan, untuk saksi akan disiapkan setelah adanya penetapan jadwal siding. Hanya saja setelah pembacaan dakwaan tak ada pledoi terdakwa, maka akan segera dilakukan pemeriksaan saksi-saksi karena rata-rata saksi masih berada di Tanjung Selor, Bulungan. “Nanti bisa saksi penangkap dari Polres Bulungan dapat dihadirkan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Rahmatullah ditangkap di dalam Kantor UPP Kelas III Bunyu Jalan Dermaga RT 003, Desa Bunyu Barat, Bulungan, 29 Januari 2018. Dia diduga terbukti telah menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal PT BEN LINE. Dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 3,2 juta yang terbagi dalam dua amplop yang berasal dari agen kapal PT BEN LINE. Dan kemudian, mendapat tambahan uang di dalam sebuah tas hitam sebanyak Rp  850 ribu. (mul)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Maret 2016 21:01
KRIMINAL

Terlilit Utang, Pemuda Ini Terpaksa Jadi Kurir Narkoba

<p><strong>MENJALANKAN</strong> bisnis narkotika golongan I jenis sabu-sabu memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*