UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Selasa, 07 Agustus 2018 11:12
Rencana Tutup Lokalisasi Gagal

Pemkab Nunukan Pusing Bertindak

PROKAL.CO, NUNUKAN – Lagi-lagi rencana yang gagal untuk dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Program penutupan lokalisasi yang sempat direncanakan akhir Juli lalu, batal dilakukan. Hal Ini disebabkan rapat koordinasi (Rakor) yang harus dilakukan tak kunjung terlaksana. Sedangkan, tahapan tersebut mestinya dihadiri oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan biaya untuk mendatangkan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Nunukan, H Hanafiah mengatakan, pihak kementerian menginginkan untuk datang ke Nunukan. Sedangkan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nunukan tak memiliki anggaran untuk membiayai tim tersebut.

“Sebenarnya kita siap saja untuk melakukan penutupan. Seandainya dari pemerintah pusat setuju kalau rakor itu tidak perlu dilakukan lagi, maka kita bisa langsung melakukan penutupan. Daerah siap. Kalau harus datangkan mereka, kita tidak punya uang,” ungkap Hanafiah ketika ditemui Kaltara Pos, Senin (6/8).

Sedangkan program penutupan lokalisasi merupakan program pemerintah pusat “Indonesia Bebas Prostutusi.” Program tersebut tentu mendapat respon Pemkab Nunukan hanya dalam bentuk dukungan program.

Dia menyebutkan, anggaran pemulangan Wanita Tuna Susila (WTS) sebanyak 48 orang juga telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Namun untuk melancarkan program tersebut, kata Hanafiah, Pemkab Nunukan akan mengusahakan.

“Nanti kita lihat di APBD perubahan. Kalau memungkinkan kita masukan anggarannya ke dalam APBD perubahan untuk mendatangkan pusat (Kementerian Sosial). Karena untuk sekarang memang tidak bisa. Dananya tidak ada,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan, Yaksi Belaning Pratiwi mengatakan, rapat koordinasi yang direncanakan untuk dilakukan terhambat pendanaan. “Kami juga mau menegaskan, mereka ini dipulangkan berdasarkan KTP atau daerah asal. Kalau berdasarkan KTP, itu saya lihat semuanya sebagian besar berdosili di Nunukan. Sedangkan, kita tahu kalau mereka itu tidak berasal dari Nunukan. Ini masih simpang siur,” ungkapnya, belum lama ini.

Yaksi juga menyebutkan, hingga saat ini tahapan pendataaan sudah selesai dilakukan. Namun, dari data  awalnya sebanyak 48 WTS, tersisa hingga kini hanya 18 WTS. Dinsos Nunukan juga mempertanyakan keberadaan 38 WTS lainnya. Dia menjelaskan, WTS yang didata oleh Dinsos Nunukan terkadang bukan orang yang sama. Dicurigai, dari angka WTS sebanyak 48 orang ada yang menjadi penghuni tetap dan ada yang tidak.

“Contohnya, kita datang pekan ini untuk mendata, jumlahnya sekian dan orang-orangnya ini. Pekan depan lagi, kita datang untuk mendata lagi orangnya sudah berbeda. Mereka ini biasanya dirolling, ada tempat yang disewakan mungkin,” bebernya. (yua)

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.