UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 07 Agustus 2018 11:17
PELAYANAN PAYAH..!! Token Listrik Error Lagi, Pelanggan Dibikin Repot
ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Tak sedikit pelanggan mengeluhkan kondisi sistem registrasi token listrik yang error. Akibatnya, PLN pun harus menerima dan mendengar keluhan pelanggan. Sonia mengungkapkan, sejak pagi sekira pukul 08.30 Wita, dia telah membeli pulsa token sebesar Rp 100 ribu. Saat ingin meregistrasi nomor voucher token pulsanya, selalu mengalami kegagalan. Alhasil, dia pun melaporkan kejadian tersebut kepada petugas PLN.

"Tadi pagi saya beli voucher listrik pas mau registrasi kok gagal terus. Tadi saya telpon orang PLN, katanya harus kesana lagi buat laporan. Kan kalau begini masyarakat lagi yang direpotkan,"kesal warga yang tinggal di RT 7 Kelurahan Kampung 1, Senin (7/8).
Asisten Pelayanan dan Administrasi di PT PLN (Persero) Unit Layanan Khusus, Atmono Djoko Dwi menuturkan, pelanggan yang terkena dampak gangguan sistem aplikasi tak dapat memasukkan voucer meteran listrik. Sebenarnya bukan merupakan gangguan, melainkan proses normal dengan mengikuti kode baru yang ditetapkan pusat.

Meski demikian, dampak dari upgrade sistem yang baru ini hanya dialami pada masyarakat yang mempunyai kWh listrik pada jalur pemasangan 2017 kebawah tak berdampak pada jalur pemasangan 2017 keatas. Selain itu, dia juga menerangkan, saat ini telah mengubah kode sesuai dengan daya yang ada pada meteran listrik. Hal tersebut dilakukan untuk membantu PLN membedahkan daya masing-masing.

“Kita sebenarnya telah mengubah kode pada kWh meter pada jalur pemasangan. Misalnya, di meter kodenya dulu 56 atau kode lama, setelah di-upgrade yang pelanggan beli itu kodenya sudah nomor baru. Semisal, Tarif index/daya lama memiliki kode angka 56. Kemudian berubah menjadi angka 03. Otomatis, voucer tidak dapat dimasukkan karena kuncinya berubah. Agar voucher dapat dimasukkan, maka di-upgrade kemudian muncul nomor baru atau Key Change Token 1 dan 2,” terangnya.

Pasalnya, kWh meter masih menggunakan kode PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) sebelum diganti PT PLN (Persero) ULK Tarakan. “Jadi meter-meter yang sebelumnya masih aplikasi dan sistem anak perusahaan sebelumnya. Kalau yang 2017 ke atas itu, sudah aplikasi nasional jadi tidak ada masalah,” tuturnya.

Djoko menerangkan, sesuai data yang tercatat pada sistem di pusat. Pelanggan yang terkena dampak tersebut sebanyak 971 pelanggan. Dari total tersebut, ditangani secara bertahap agar tak terjadi penumpukan.

Beberapa hari lalu, pihaknya telah meng-upgrade sebanyak 400 pelanggan dan dikerjakan setidaknya 50 pelanggan per harinya yang tentunya sesuai dengan kondisi di lapangan. Penormalan ini pun ditargetkan per 31 Agustus mendatang, permasalahan telah teratasi dengan tuntas.

“Kalau serentak kita upgrade, nanti pelanggan-pelanggan yang mau isi pulsa kan tidak bisa masuk. Otomatis pelanggan pasti datang ke sini melapor. Jadi kita mengubahnya bertahap untuk menghindari penumpukan pengaduan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam sistem upgrade terbaru terdapat beberapa pilihan dalam memasukkan voucher yang sudah di-upgrade. Pelanggan mengadu langsung ke PT PLN (Persero) ULK Tarakan, petugas pun dapat memandu pelanggan via telepon, maupun petugas turun langsung ke lapangan.

“Kita lakukan secara bertahap. Mungkin ada pelanggan yang mau cepat, bisa datang ke kantor langsung dan sekalian kita upgrade,” imbuhnya. (*/jek)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*