UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 16 Agustus 2018 11:52
Dandi Terinspirasi Puisi ‘Ibu Indonesia’

Tiga Saksi Ahli Hadir di Persidangan

PENISTAAN AGAMA : Jaksa Penuntut Umum saat memberikan pertanyaan kepada terdakwa atas dugaan penistaan agama. (OSARADE/KALTARA POS)

PROKAL.CO,

TARAKAN – Awal diingat akhir tiada (Berbuat sesuatu tanpa pikir panjang). Mungkin ini pribahasa  yang dampat disematkan kepada pria yang satu ini. Karena ulahnya di media sosial (Medsos), Dandy Rahmadila diduga melakukan penistaan agama. Kini dia pun harus berhadapan dengan tiga saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membuktikan perbuatan penistaan agama yang dilakukannya, April 2018 lalu. JPU, Deby Fauzi SH mengatakan, saksi yang dihadirkan dalam persidangan ada 3 orang yang merupakan saksi ahli dalam bidangnya masing-masing.

“Saksi ahli tadi, ada ahli bahasa, ahli penafsiran dan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan. Untuk menjelaskan ujaran kebencian atau penistaan agama yang dilakukan oleh terdakwa saat menuliskan ‘Suara Penyanyi Jaran Goyang Lebih Merdu Dari Suara Adzanmu’,” ungkapnya saat berada di luar ruang sidang.

Meski harus menjalani proses persidangan dengan waktu yang singkat, Dandy pun langsung membenarkan keterangan saksi dan mengakui perbutannya salah. Dalam persidangan itu, Dandy mengaku, nekat melakukan penistaan agama terinspirasi dengan perbutan salah seorang tokoh politik yang dinilainya melakukan penistaan agama melalui puisi saat memperingati Hari Kartini.

“Saya cuma iseng  saja pak karena saat itu ada yang lagi viral juga dengan kasus begini pak. Makanya, saya ikuti dengan menulis status begitu di medsos pak,” kata Dandy dihadapan majelis hakim.

Meski memberikan pengakuan demikian, namun Dandy, membenarkan perbutannya salah dan ingin meminta maaf kepada semua umat Islam yang ada di Indonesia. “Saya akui saya salah pak. Makanya, saya mau meminta maaf kepada semua pihak. Kalau perlu semua umat Islam karena telah bertindak semena-mena dengan membandingkan suara adzan dengan lagu pak,” ucapnya menyesal.

Diberitakan sebelumnya, pemilik akun bernama Dandy Rahmadila menulis tak jauh beda dengan puisi kontroversial dibacakan Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung tentang azan dan cadar menjadi kontroversi. Meski disebut sebagai opini, puisi berjudul 'Ibu Indonesia' itu tetap menuai polemik.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Tak Punya Uang, Motor Ipar Dicuri

TARAKAN – Karena tak punya uang, Hasan nekat mencuri motor…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:57

Asyik Kumpul Bareng Keluarga, Dua Pencuri Motor Dibekuk

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil menangkap…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:22

JANJI LAGI..!! Bakal Wali Kota Ini Janji Perhatikan Nasib Petambak

TARAKAN – Setelah terpilih menjadi Wali Kota Tarakan, Khairul langsung…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Vaksin MR Mengandung Babi

TARAKAN – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Majelis Ulama Indonesia…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:37

Curi Sepatu di Masjid, Riski Terekam CCTV

TARAKAN – Entah apa yang ada dalam pikiran pria yang…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:34

Masih Dibawah Umur, Pelaku Cabul Dituntut

  TARAKAN – Setelah menjalani beberapa kali proses persidangan, pelaku…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:33

Curi Ikan di Laut Perbatasan, Dua Kapal Asing Ditenggelamkan

TARAKAN - Dua unit kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:43

Modus Jalan-Jalan, Cabuli Anak di Rumah Kosong

TARAKAN – Usianya yang belasan tahun membuat AB (15) sulit…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

PAD Anjlok, Retribusi Menurun

TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 10:38

Satpol PP Siaga Jelang Iduladha

TARAKAN – Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha, Satuan Polisi Pamong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers